Materi Day 1 PKKMB UNUSA



Perkenalkan nama saya Bella Aprilia Hidayat, mahasiswa baru dari prodi S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Kebidanan, saya menempuh perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan sedang melaksanakan PKKMB hari pertama.



TINDAKAN KORUPSI

Pemateri 1: Prof. H. Haryono Umar

    Scapticism tindakan yang ditandai dengan sikap tidak mudah percaya dan menuduh.

    Terdapat 2 jenis kesalahan yaitu pertama, unintentional mistake merupakan kesalahan yang tidak pernah terpikirkan. Biasanya orang yang melakukan kesalahan ini tidak memiliki niat sama sekali dan terjadi secara tidak sadar. Lalu kedua, intentional mistake merupakan kesalahan yang pernah terpikirkan yang dimana orang yang melakukan kesalahan ini telah memiliki niat yang direncanakan.

    Terdapat 2 jenis kriminal, yaitu kriminal umum dan kriminal khusus. Pada kasus kriminal umum biasanya sudah tercatat dan hukumnya berdasarkan Undang-Undang KUHP. Semua tindakan kriminal seharusnya masuk ke dalam kriminal umum. Namun, pada tindakan kriminal korupsi yang memiliki beberapa jenis akan masuk dalam jenis kriminal khusus.

    Beberapa contoh korupsi yang seringkali terjadi ialah penggelapan aset dan membuat laporan keuangan yang tidak benar. Pada kasus kecurangan dibagi menjadi convertion dan confirment.

    Korupsi terdapat 30 jenis yang apabila dibagi menjadi dua, diantaranya ialah korupsi terkait keuangan negara dan korupsi keuangan terkait penanganan bencana.

    Berikut 4 unsur korupsi sesuai pasal 2 dan 3 Undang-Undang ayat 31/99:

1. Ada pelakunya,

2. Menguntungkan diri sendiri, orang lain, dan korporasi,

3. Melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan, dan

4. Mengakibatkan kerugian sesama.

    Suap dapat berupa uang, barang, dan janji.

    Pressure (finance, superior, relatises), rationalization (lock off ethics, period of jobs), capability (resources, information, absolute power distance), and opportunity (control, naked emporer).

    Membahas integritas:

a. Kecil itu penting

b. Trusted

c. Jujur dan rendah hati

d. Merasa selalu diawasi

e. Tepat janji

f. Temukan yang benar

g. Accountable

h. Kebaikan yang lebih besar

i. Konsisten


ASWAJA

Pemateri: K. H. Ma'ruf Chosin

1. Menjadi umat terbaik

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. Ali Imran:110)

2. Sikap nabi pada umatnya

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali Imran:159)

3. Tawassuh

a. Harta (QS. Al-Isra:29)

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ ٱلْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا

"Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal."

b. Akhlak (QS. Al-Baqarah:61)

وَإِذْ قُلْتُمْ يَٰمُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَٰحِدٍ فَٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ مِنۢ بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ ٱلَّذِى هُوَ أَدْنَىٰ بِٱلَّذِى هُوَ خَيْرٌ ۚ ٱهْبِطُوا۟ مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ ٱلذِّلَّةُ وَٱلْمَسْكَنَةُ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِ ۗ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا۟ يَكْفُرُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَيَقْتُلُونَ ٱلنَّبِيِّۦنَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ

"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas." 


-bella aprilia hidayat, fakultas keperawatan kebidanan, prodi s1 keperawatan-

Komentar